Kumpulan Ayat-Ayat Alquran Tentang Istiqamah, Teguh di Jalan Yang Lurus

Ayat alquran tentang istiqamahIstiqamah secara bahasa berarti tegak dan lurus. Sedangkan secara istilah, istiqamah berarti terus berpegang teguh pada ajaran islam, baik dalam urusan akidah, ibadah, maupun akhlak dan muamalah. Seorang muslim yang istiqamah akan merealisasikan kecintaan dan penghambaannya kepada Allah SWT dengan selalu konsisten menjaga ketaatan kepada-Nya, berusaha untuk selalu menjalankan perintan dan meninggalkan larangan Allah secara berkesinambungan. Inilah kondisi ideal yang seharusnya ada pada diri setiap muslim.

Bersikap istiqamah memang tidak mudah, karena setiap mukmin seringkali mengalami fluktuasi iman yang terkadang naik dan turun, bertambah dan berkurang. Boleh jadi, saat iman seseorang sedang naik, ia menjadi bersemangat dalam beribadah sehingga memudahkannya untuk istiqamah. Namun, ketika iman seseorang sedang menurun, semangat beribadah pun melemah. Inilah yang perlu diusahakan oleh setiap mukmin untuk bisa menjaga grafik keimanannya terus berada dalam kondisi naik dan terus meningkat.

Istiqamah adalah sebuah pembuktian tentang sejauh mana kesungguhan seseorang dalam berislam. Kita sudah mengikrarkan kesaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Kita juga dituntut untuk melakukan berbagai perintah dan kewajiban sebagai perwujudan dari ikrar tersebut. Maka semua itu perlu diikat dengan istiqamah agar kita senantiasa berjalan di atas jalan kebenaran.

Kumpulan Dalil Ayat Alquran Tentang Istiqamah

Ada banyak ayat alquran tentang istiqamah yang tersebar dalam sejumlah surat. Ayat-ayat tersebut membicarakan tentang perintah untuk istiqamah, keutamaan istiqamah, serta janji Allah bagi orang-orang yang senantiasa istiqamah dalam beragama. Berikut ini beberapa ayat alquran tentang istiqamah yang sangat bagus untuk memotivasi diri supaya bersikap istiqamah.

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ * صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

Tunjukilah kami kepada jalan yang lurus (6) (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat; bukan jalan mereka yang dimurkai, dan bukan pula jalan mereka yang sesat. (7). – (Q.S Al-Fatihah: 6-7)

قَالَ قَدْ أُجِيبَتْ دَعْوَتُكُمَا فَاسْتَقِيمَا وَلَا تَتَّبِعَانِّ سَبِيلَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ

Dia (Allah) berfirman, “Sungguh, telah diperkenankan permohonan kamu berdua, karena itu istiqamahlah kamu berdua pada jalan yang lurus dan jangan kamu mengikuti jalan orang-orang yang tidak mengetahui.” – (Q.S Yunus: 89)

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Maka istiqamahlah kamu (Muhammad) di jalan yang benar, sebagaimana telah diperintahkan kepadamu dan juga kepada orang yang bertaubat bersamamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sungguh, Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. – (Q.S Hud: 112)

وَإِنَّ اللَّهَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ

(Isa berkata), “Dan sesungguhnya Allah itu Tuhanku dan juga Tuhanmu, maka sembahlah Dia. Ini adalah jalan yang lurus.” – (Q.S Maryam: 36)

وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّهُ كَانَ صِدِّيقًا نَبِيًّا * إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ يَا أَبَتِ لِمَ تَعْبُدُ مَا لَا يَسْمَعُ وَلَا يُبْصِرُ وَلَا يُغْنِي عَنْكَ شَيْئًا * يَا أَبَتِ إِنِّي قَدْ جَاءَنِي مِنَ الْعِلْمِ مَا لَمْ يَأْتِكَ فَاتَّبِعْنِي أَهْدِكَ صِرَاطًا سَوِيًّا

Dan ceritakanlah (Muhammad) tentang kisah Ibrahim di dalam Kitab (Al-Qur’an), sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat membenarkan, seorang Nabi. (41) Ingatlah ketika dia (Ibrahim) berkata kepada ayahnya, “Wahai ayahku, Mengapa engkau menyembah sesuatu yang tidak bisa mendengar, tidak bisa melihat, dan tidak mampu menolongmu sedikitpun? (42) Wahai ayahku, Sungguh telah sampai kepadaku sebagian ilmu yang tidak diberikan kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkanmu kepada jalan yang lurus. (43). – (Q.S Maryam: 41-43)

وَلِيَعْلَمَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَيُؤْمِنُوا بِهِ فَتُخْبِتَ لَهُ قُلُوبُهُمْ وَإِنَّ اللَّهَ لَهَادِ الَّذِينَ آمَنُوا إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Dan supaya orang-orang yang telah diberi ilmu meyakini bahwa (Al-Qur’an) itu benar dari sisi Tuhanmu, lalu mereka beriman dan hati mereka tunduk kepadanya. Dan sungguh, Allah pemberi petunjuk kepada jalan yang lurus bagi orang-orang yang beriman. – (Q.S Al-Hajj: 54)

وَإِنَّكَ لَتَدْعُوهُمْ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Dan sesungguhnya kamu pasti telah menyeru mereka kepada jalan yang lurus. – (Q.S Al-Mukminun: 73)

لَقَدْ أَنْزَلْنَا آيَاتٍ مُبَيِّنَاتٍ وَاللَّهُ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Sungguh, Kami telah menurunkan ayat-ayat yang memberi penjelasan. Dan Allah memberi petunjuk kepada jalan yang lurus bagi siapa yang Dia kehendaki. – (Q.S An-Nur: 46)

يس * وَالْقُرْآنِ الْحَكِيمِ * إِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ * عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ * تَنْزِيلَ الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ

Yasin (1) Demi Al-Qur’an yang penuh hikmah, (2) sungguh, engkau (Muhammad) adalah salah seorang dari para rasul, (3) (yang berada) di atas jalan yang lurus, (4) (sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang, (5). – (Q.S Yasin: 1-5)

أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آدَمَ أَنْ لَا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ * وَأَنِ اعْبُدُونِي هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ

Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu wahai anak cucu Adam supaya kamu tidak menyembah setan? Sungguh, setan adalah musuh yang nyata bagimu, (60) dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus.” (61). – (Q.S Yasin: 60-61)

وَلَقَدْ مَنَنَّا عَلَى مُوسَى وَهَارُونَ * وَنَجَّيْنَاهُمَا وَقَوْمَهُمَا مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيمِ * وَنَصَرْنَاهُمْ فَكَانُوا هُمُ الْغَالِبِينَ * وَآتَيْنَاهُمَا الْكِتَابَ الْمُسْتَبِينَ * وَهَدَيْنَاهُمَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

Dan sungguh, Kami telah mencurahkan nikmat kepada Musa dan Harun. (114) Dan Kami selamatkan keduanya dan juga kaumnya dari bencana yang besar, (115) dan Kami berikan pertolongan kepada mereka, sehingga jadilah mereka orang-orang yang menang. (116) Dan Kami berikan kepada keduanya Kitab yang sangat jelas, (117) dan Kami tunjukkan keduanya kepada jalan yang lurus. (118). – (Q.S As-Shaffat: 114-118)

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَاسْتَقِيمُوا إِلَيْهِ وَاسْتَغْفِرُوهُ وَوَيْلٌ لِلْمُشْرِكِينَ

Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku bahwa Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu istiqamahlah kamu (beribadah) kepada-Nya dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Dan celakalah bagi orang-orang yang mempersekutukan-Nya. – (Q.S Fusshilat: 6)

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ * نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ * نُزُلًا مِنْ غَفُورٍ رَحِيمٍ

Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah” kemudian mereka tetap istiqamah, maka para malaikat akan turun kepada mereka (seraya berkata), “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati, dan bergembiralah kamu dengan balasan surga yang telah dijanjikan kepadamu.” (30) Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat. Di dalam surga itu kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan apa yang kamu minta. (31) Sebagai penghormatan (bagimu) dari Allah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (32). – (Q.S Fusshilat: 30-32)

شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ يُنِيبُ

Dia (Allah) telah mensyariatkan kepadamu agama yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) dan Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa ialah tegakkanlah agama (dengan keimanan dan ketakwaan) dan janganlah kamu berpecah belah di dalamnya. Sangat berat bagi orang-orang musyrik untuk mengikuti agama yang kamu serukan kepada mereka. Allah memilih orang yang Dia kehendaki kepada agama tauhid dan memberi petunjuk kepada agama-Nya bagi orang yang kembali (kepada-Nya). – (Q.S As-Syura: 13)

وَكَذَلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ رُوحًا مِنْ أَمْرِنَا مَا كُنْتَ تَدْرِي مَا الْكِتَابُ وَلَا الْإِيمَانُ وَلَكِنْ جَعَلْنَاهُ نُورًا نَهْدِي بِهِ مَنْ نَشَاءُ مِنْ عِبَادِنَا وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ * صِرَاطِ اللَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ أَلَا إِلَى اللَّهِ تَصِيرُ الْأُمُورُ

Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) rµh (Al-Qur’an) atas perintah Kami. Sebelumnya engkau tidaklah mengetahui apakah Kitab (Al-Qur’an) dan apakah iman itu, tetapi Kami jadikan Al-Qur’an itu sebagai cahaya, dengan itu Kami memberi petunjuk bagi siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sungguh, engkau benar-benar membimbing (manusia) kepada jalan yang lurus, (52) (Yaitu) jalan Allah yang milik-Nyalah segala apa yang ada di langit dan di bumi. Ketahuilah, segala urusan kembali kepada Allah. (53). – (Q.S As-Syura: 52-53)

وَإِنَّهُ لَعِلْمٌ لِلسَّاعَةِ فَلَا تَمْتَرُنَّ بِهَا وَاتَّبِعُونِ هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ

Dan sungguh, dia (Isa) itu benar-benar menjadi pertanda akan datangnya hari Kiamat. Karena itu, janganlah kamu ragu tentang (Kiamat) itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus. – (Q.S Az-Zukhruf: 61)

وَلَمَّا جَاءَ عِيسَى بِالْبَيِّنَاتِ قَالَ قَدْ جِئْتُكُمْ بِالْحِكْمَةِ وَلِأُبَيِّنَ لَكُمْ بَعْضَ الَّذِي تَخْتَلِفُونَ فِيهِ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ * إِنَّ اللَّهَ هُوَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ

Dan ketika Isa datang membawa penjelasan, dia berkata, “Sungguh, aku datang kepadamu dengan membawa hikmah dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu perselisihkan, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. (63) Sesungguhnya Allah, Dialah Tuhanku dan juga Tuhanmu, maka sembahlah Dia. Ini adalah jalan yang lurus.” (64) – (Q.S Az-Zukhruf: 63-64)

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ * أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah,” kemudian mereka tetap istiqamah, maka tidak ada rasa khawatir pada mereka, dan tidak pula mereka bersedih hati. (13) Mereka itulah para penghuni surga, mereka kekal di dalamnya, sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan. (14). – (Q.S Al-Ahqaf: 13-14)

إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا * لِيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ وَيَهْدِيَكَ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا

Sungguh, Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata. (1) Agar Allah memberikan ampunan kepadamu (Muhammad) atas dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan menunjukkanmu ke jalan yang lurus, (2). – (Q.S Al-Fath: 1-2)

أَفَمَنْ يَمْشِي مُكِبًّا عَلَى وَجْهِهِ أَهْدَى أَمَّنْ يَمْشِي سَوِيًّا عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Apakah orang yang merangkak dengan wajah tertelungkup itu yang lebih terbimbing (dalam kebenaran) ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus?. – (Q.S Al-Mulk: 22)

وَأَلَّوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنَاهُمْ مَاءً غَدَقًا

Dan sekiranya mereka tetap istiqamah di atas jalan itu (agama Islam), niscaya Kami akan mencurahkan air yang cukup kepada mereka. – (Q.S Al-Jin: 16)

إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ * لِمَنْ شَاءَ مِنْكُمْ أَنْ يَسْتَقِيمَ * وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

(Al-Qur’an) itu tidak lain adalah peringatan bagi seluruh alam, (27) (yaitu) bagi siapa di antara kamu yang menghendaki menempuh jalan yang lurus. (28) Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki oleh Allah, Tuhan seluruh alam. (29). – (Q.S At-Takwir: 27-29)

Itulah beberapa ayat alquran tentang istiqamah yang semoga bisa semakin meneguhkan keimanan kita untuk berusaha selalu istiqamah meniti jalan kebenaran dalam menjalankan agama islam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here