Thursday, June 20, 2024
HomeKata Bijak Islami30 Kata Bijak Para Ulama Salaf, Menggugah dan Inspiratif

30 Kata Bijak Para Ulama Salaf, Menggugah dan Inspiratif

Kata bijak ulama salaf merupakan sumber inspirasi yang tak ternilai bagi umat Islam. Kearifan dan pemahaman mereka terhadap ajaran agama telah menjadi penerang bagi generasi-generasi selanjutnya. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi beberapa kata bijak ulama salaf yang tetap relevan dan memberi motivasi hingga saat ini.

Ulama salaf, atau ulama periode awal Islam, merupakan tokoh-tokoh yang memiliki pemahaman mendalam tentang Al-Qur’an dan Sunnah. Mereka adalah panutan dalam menjalankan ibadah dan kehidupan sehari-hari.

Kata bijak ulama salaf seringkali mengandung hikmah dan pelajaran yang dalam. Dalam setiap kata-kata mereka, terdapat pengajaran tentang keimanan, akhlak, kesabaran, dan keikhlasan.

Ucapan bijak ulama salaf mengajarkan kita untuk mengapresiasi nilai-nilai kehidupan yang hakiki. Mereka menekankan pentingnya kesederhanaan, kerendahan hati, dan kejujuran dalam setiap aspek kehidupan.

Kisah perjalanan hidup ulama salaf juga menjadi sumber inspirasi yang tak ternilai. Melalui kegigihan, ketabahan, dan ketakwaan mereka, kita dapat belajar bagaimana menghadapi cobaan dan mencapai kesuksesan yang hakiki.

Untaian Kata Bijak Para Ulama Salaf

Kumpulan kata bijak ulama salaf tidak hanya memotivasi, tetapi juga mengingatkan kita akan pentingnya menjalani hidup dengan penuh kesadaran akan ajaran agama. Mari kita terus merenungi dan mengambil manfaat dari kata-kata mereka untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

  1. Jangan Merasa Susah Kedatangan Tamu
jangan merasa sudah kedatangan tamu

Syaqiq bin Ibrahim rahimahullah berkata, “Tidak ada sesuatu yang lebih saya cintai dibandingkan tamu, karena rezekinya ditanggung oleh Allah dan saya mendapatkan pahalanya.” (Siyar A’lamin Nubala’, 9/315)

  1. Ujian “POPULARITAS”
ujian popularitas

Wahai orang-orang yang tertipu, ketahuilah bahwa ketenaran itu bukan nikmat, bukan pula rahmat, tapi ujian berat. Imam Ahmad bin Hambal mengatakan kepada Abdul Wahhab Al Warraq rahimahumullah: “(Wahai Abdul Wahab) sembunyikanlah namamu. Karena sungguh aku telah diuji berat dengan ketenaran.” (Siyar Alamin Nubala, 11/226)

  1. Kata Hati
kata hati

Ibnu Sirin rahimahullah berkata, “Jika Allah Ta’ala menginginkan kebaikan bagi seorang hamba, maka Allah akan memberikan penasihat bagi dirinya yang berasal dari hatinya yang akan memerintahkannya dan melarangnya.” (Hilyatul Auliya 2/264)

  1. Efek Dosa Setelah 40 Tahun
efek dosa

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata, “Janganlah tertipu ketika engkau tidak melihat efek dosa pada saat engkau melakukannya. Terkadang efek dosa tersebut engkau rasakan setelah 40 tahun.” (Ad-Da’ wa Ad-Dawa’, hlm. 130)

  1. Makin Tua Makin Taat
makin tua makin taat

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata, “Selayaknya bagi seseorang tiap kali umurnya bertambah semakin dia memperbanyak amal-amal shalih.” (Syarah Riyadhus Shalihin, 2/139)

  1. Kesombongan yang Paling Buruk
kesombongan yang paling buruk

Al Hafizh Adz Dzahabi rahimahullah berkata, “Kesombongan yang paling buruk adalah seseorang yang sombong dihadapan manusia dengan keilmuannya, merasa hebat didalam dirinya dengan keutamaan yang ia miliki, maka sungguh ilmunya itu tidaklah bermanfaat bagi dirinya” (Al Kabair 95)

  1. Ilmu
indahnya ilmu

Muadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu berkata, “Ilmu itu sebagai penghibur ketika sepi, dan teman di saat keterasingan, kawan bicara di saat sendirian, petunjuk pada saat senang maupun susah, senjata atas para musuh, dan hiasan di antara para sahabat.” (Minhajul Qashidin, hlm. 15)

  1. Bekal Terbaik untuk Anakmu
bekal terbaik untuk anakmu

Syaikh As sa’di Rahimahullah berkata, “Adab yang mulia lebih baik untuk anak-anak baik dimasa yang sekarang (didunia) maupun di akhirat dibandingkan engkau memberikan kepada mereka emas dan perak.” (Bahjatu Qulubil Abrar hal. 197)

  1. Kematian itu Tiba-tiba
kematian itu tiba tiba

Luqman rahimahullah berkata kepada anaknya, “Wahai anakku janganlah engkau menunda-nunda bertaubat, karena sesungguhnya kematian itu datang secara tiba-tiba.” (At-Taubah, hlm. 29)

  1. Jangan Sombong
jangan sombong

Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata, “Bagaimanapun hebatnya engkau beramal saleh, janganlah engkau ujub (bangga diri) dengan amalanmu, karena amalanmu itu masih sangat sedikit dibandingkan hak Allah ta’ala yang mesti engkau tunaikan.” (Syarh Riyadhus Shalihin, 1/575)

  1. Rumah Sejati Seorang Muslim
rumah sejati seorang muslim

Syaikh Shalih Al-Fauzan rahimahullah berkata, “Dunia bukan negeri tempat tinggalnya seorang muslim. Sesungguhnya negerinya seorang muslim adalah surga. Dia ada di dunia adalah agar beramal untuk mendapatkan surga.” (Syarh Al-Arba’in, hlm. 285)

  1. Tabiat Dasar Seorang Manusia
tabiat dasar manusia

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata, “Manusia, tabiat dasarnya adalah mencintai dirinya. Karena itu, dia tidak melihat kecuali kebaikan-kebaikan dirinya. Tabiat manusia juga membenci orang yang memusuhinya. Karena itu, dia tidak melihat kecuali keburukan-keburukannya.” (Ighatsatul Lahafan, 2/181)

  1. Harta Haram Mengurangi Jatah Rezeki Halal
harta haram halal

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Seorang mukmin dan seorang fajir (yang gemar maksiat) sudah ditetapkan rezeki baginya dari yang halal. Jika ia mau bersabar hingga rezeki itu diberi, niscaya Allah akan memberinya. Namun jika ia tidak sabar lantas menempuh cara yang haram, niscaya Allah akan mengurangi jatah rezeki halal untuknya.” (Hilyatul Auliya, 1/326)

  1. Buah dari Kesabaran
buah dari kesabaran

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata, “Teguklah kesabaran, jika kesabaran membunuhmu, ia membunuhmu dalam keadaan dirimu mati syahid. Jika kesabaran itu membuatmu tetap hidup, ia membuatmu tetap hidup dalam keadaan mulia.” (Madarijus Salikin, 2/159)

  1. Antara Dosa dan Taubat
antara dosa dan taubat

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata,

Baca juga:  63+ Kata Mutiara Islami Penyejuk Hati dari Al-Qur’an (Bag. 1)

“الذنب بمنزلة شرب السم ، والتوبة ترياقه ودواؤه ، والطاعة هي الصحة  والعافية.”

“Dosa itu perumpamaannya seperti meminum racun, sementara tobat itu adalah penawar dan obatnya. Sedangkan ketaatan adalah kesehatan dan kesejahteraannya.” (Madarijus Salikin, 1/222)

  1. Orang yang Tidak Layak Dijadikan Teman
tidak layak dijadikan teman

Sufyan Al-Tsauri rahimahullah berkata, “Janganlah engkau berteman dengan orang yang menghitung-hitung kebaikannya pada dirimu.” (Syu’abul Iman, 8882)

  1. Akibat Dikuasi Hawa Nafsu
akibat dikuasai hawa nafsu

Ibnu ‘Aun rahimahullah berkata, “Jika hawa nafsu telah menguasai hati, maka seseorang akan menganggap baik sesuatu yang sebelumnya dia anggap buruk.” (Al-Ibanah As-Shughra, hlm. 231)

  1. Dosa yang Sulit Diampuni
dosa sulit diampuni

Sufyan Ats Tsauri rahimahullah berkata, “Seandainya engkau bertemu Allah dengan membawa 70 dosa yang ada kaitannya antara engkau dan Allah ta’ala maka itu lebih ringan buatmu daripada engkau bertemu Allah dengan membawa 1 dosa yang ada kaitannya antara engkau dengan seorang hamba.” (Tanbihul Ghafilin, hlm. 380)

  1. Cara Memaafkan yang Benar
cara memaafkan yang benar

Abul Husain rahimahullah berkata, “Kemuliaan dalam memaafkan yaitu engkau tidak menyebut-nyebut kesalahan temanmu setelah engkau memaafkannya.” (Syu’abul Iman, hlm. 7999)

  1. Tertipu dengan Ilmunya
tertipu dengan ilmunya

Syaikh Shalih Al-Fauzan rahimahullah berkata, “Janganlah seorang insan tertipu dengan ilmunya karena apa yang ia tidak ketahui lebih banyak dari apa yang ia ketahui.” (Syarh Ad-Durrotul Madhiyah, hlm. 277)

  1. Saat Lelah dan Lemah Melanda
Saat lelah dan lemah melanda

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata, “Jika suatu perkara membuatmu lelah dan membuatmu lemah darinya maka ucapkanlah Laa Haula Walaa Quwwata Illa Billah, karena sungguh Allah akan membantumu atas perkara itu.” (Syarh Riyadhus Shalihin, 5/522)

  1. Tetap di Sisi Allah dan Rasul-Nya
tetap teguh di jalan allah dan rasulnya

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata, “Jadikanlah dirimu berada di sisi Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam (dengan iman dan amal shalih) walaupun keseluruhan manusia berada di sisi yang lain.” (Al-Fawaid, hlm. 167)

  1. Menyendirilah!
menyendirilah

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata, “Jika zaman telah rusak dan engkau melihat bahwasanya campur baurmu bersama manusia tidak menambahmu kecuali kejelekan dan jauh dari Allah, maka hendaknya engkau menyendiri, mengasingkan dirilah.” (Syarh Riyadhus Shalihin, 5/354)

  1. 2 Hal
dua hal tolak ukur kebaikan seseorang

Yunus bin Ubaid rahimahullah berkata, “Ada dua hal yang jika keduanya baik pada diri seorang hamba, akan baik pula selainnya. Dua hal tersebut adalah shalatnya dan lisannya.” (Hilyatul Auliya, 2/298)

  1. Maut di depan mata
maut di depan mata

Syumaith bin Ajlan rahimahullah berkata, “Barangsiapa menjadikan maut di hadapan kedua matanya, dia tidak akan peduli dengan kesempitan dunia atau keluasannya.” (Mukhtashar Minhajul Qashidin, hlm. 483)

  1. Menangis Bagai Anak Kecil
menangis bagai anak kecil

Ibnu Jauzi rahimahullah berkata, “Jika dirimu duduk di tengah kegelapan malam di hadapan Rabb mu, maka gunakanlah perangai anak kecil, karena anak kecil itu jika minta sesuatu kepada orangtuanya lalu dia tidak diberi maka dia akan menangis.” (Al-Mudhisy, 1/219)

  1. Pendamping Terbaik di Alam Kubur
pendamping terbaik di alam kubur

Abu Minhal rahimahullah berkata, “Tidaklah ada pendamping yang lebih baik bagi seorang hamba di dalam kuburnya selain istighfar yang banyak.” (Az-Zuhd, hlm. 437)

  1. Tidak Takut Mati
quotes islami - tidak takut mati

Salamah bin Dinar rahimahullah berkata,

Baca juga:  41+ Kata Mutiara Islami Ibnu Qayyim Al-Jauziyah

كل عمل تكره الموتَ من أجله فاتركه ثم لا يضرّك متى مت

“Setiap perbuatan yang kamu tidak mau apabila kematian menjemputmu saat kamu sedang melakukannya, maka tinggalkanah. Apabila kamu berhasil melakukannya, maka tidak masalah kapan saja kamu akan meninggal dunia.” (Shifatus Shafwah, 1/390)

  1. Sebaik-baik Harta
quotes islami - sebaik harta

Qatadah rahimahullah berkata,

خير الرزق ما لا يُطغيك ولا يُلهيك

“Sebaik-baik harta adalah yang tidak membuat sombong dan tidak membuat lalai.” (Tafsir At-Thabari, 20/510)

  1. Orang yang Merugi
quotes islami - orang yang merugi

Ibnu Rajab rahimahullah berkata, “Orang yang merugi adalah orang yang menyangka bahwa Allah tidak akan memberikan ampunan kepadanya.” (Lathaiful Ma’arif, 310)

Itulah beberapa untaian nasihat yang sangat inspiratif dan penuh makna dari para ulama salaf. Semoga banyak faidah yang bisa kita ambil sebagai nasihat bagi kehidupan.

RELATED ARTICLES

8 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular