Kumpulan Ayat-Ayat Alquran Tentang Meminta Pertolongan dan Perlindungan Kepada Allah

Ayat alquran tentang meminta pertolongan kepada Allah – Sebagai seorang mukmin, kita meyakini bahwa Allah SWT Maha Kuasa atas segala-galanya serta tidak ada tempat untuk meminta pertolongan dan perlindungan kecuali hanya kepada-Nya. Karenanya, bersandar kepada Allah merupakan bagian sangat penting yang perlu kita terapkan dalam kehidupan ini. Sebab, untuk apa kita lari kepada pihak yang tidak mampu memberikan perlindungan, bergantung kepada pihak yang tidak memiliki kekuasaan, serta berserah diri kepada pihak yang tidak mempunyai daya dan upaya.

Memohon pertolongan (isti’anah) dan perlindungan (isti’adzah) kepada Allah merupakan bentuk keyakinan serta pengakuan diri bahwa kita adalah makhluk lemah yang tidak akan mampu mengarungi kehidupan dunia yang penuh dengan fitnah ini tanpa pertolongan dan perlindungan dari Allah SWT. karena manusia adalah makhluk yang penuh keterbatasan. Sepandai-pandainya manusia, ia tidak akan mampu memastikan apa yang akan terjadi esok hari. Manusia hanya bisa merencanakan, bahkan seringkali apa yang direncanakan tidak sesuai harapan.

Pengakuan diri bahwa Allah sebagai satu-satunya tempat bergantung juga perlu ditampilkan dalam kehidupan sehari-sehari dengan tidak tenggelam dalam perbuatan menyekutukan Allah atau syirik. Misalnya; meminta perlindungan kepada dukun, mempercayai adanya kekuatan dalam benda-benda tertentu, dan lain sebagainya.

Kumpulan Dalil Ayat Alquran Tentang Memohon Pertolongan dan Perlindungan Kepada Allah

Cukup banyak ayat-ayat alquran yang memerintahkan kita untuk senantiasa memohon pertolongan dan perlindungan kepada Allah. Berikut ini beberapa ayat alquran tentang meminta pertolongan dan perlindungan kepada Allah yang bisa menjadi motivasi bagi kita untuk semakin mendekatkan diri kepada-Nya.

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Hanya kepada Engkau-lah kami menyembah dan hanya kepada Engkau-lah kami mohon pertolongan. – (Q.S Al-Fatihah: 5)

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ * إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ

Dan jika setan datang menggodamu, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (200) Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa, apabila mereka dibayang-bayangi pikiran jahat (untuk berbuat dosa) oleh setan, mereka pun segera mengingat Allah, maka ketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahannya). (201) – (Q.S Al-A’raf: 200-201)

وَجَاءُوا عَلَى قَمِيصِهِ بِدَمٍ كَذِبٍ قَالَ بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ أَنْفُسُكُمْ أَمْرًا فَصَبْرٌ جَمِيلٌ وَاللَّهُ الْمُسْتَعَانُ عَلَى مَا تَصِفُونَ

Dan mereka datang dengan membawa baju gamisnya (yang berlumuran) darah palsu. Dia (Yakub) berkata, “Sebenarnya dirimu sendirilah yang memandang baik urusan yang buruk itu, maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan hanya Allah saja yang dimintai pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan.” – (Q.S Yusuf: 18)

فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ * إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ * إِنَّمَا سُلْطَانُهُ عَلَى الَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُ وَالَّذِينَ هُمْ بِهِ مُشْرِكُونَ

Maka apabila kamu hendak membaca Al-Qur’an, mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk. (98) Sesungguhnya setan itu tidak memiliki kekuasaan terhadap orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhan. (99) Setan hanyalah memiliki kuasa terhadap orang yang menjadikannya pemimpin dan yang mempersekutukannya dengan Allah. (100) – (Q.S An-Nahl: 98-100)

وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ مَرْيَمَ إِذِ انْتَبَذَتْ مِنْ أَهْلِهَا مَكَانًا شَرْقِيًّا * فَاتَّخَذَتْ مِنْ دُونِهِمْ حِجَابًا فَأَرْسَلْنَا إِلَيْهَا رُوحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَرًا سَوِيًّا * قَالَتْ إِنِّي أَعُوذُ بِالرَّحْمَنِ مِنْكَ إِنْ كُنْتَ تَقِيًّا

Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Maryam di dalam Kitab (Al-Qur’an), (yaitu) ketika dia mengasingkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur (Baitulmaqdis), (16) lalu dia memasang tabir (yang melindunginya) dari mereka. Lalu Kami mengutus ruh Kami (Jibril) kepadanya, maka dia menampakkan dirinya di hadapan Maryam dalam bentuk manusia sempurna. (17) Dia (Maryam) berkata, “Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhan Yang Maha Pengasih terhadapmu, jika engkau adalah orang yang bertakwa.” (18) – (Q.S Maryam: 16-18)

قَالَ رَبِّ احْكُمْ بِالْحَقِّ وَرَبُّنَا الرَّحْمَنُ الْمُسْتَعَانُ عَلَى مَا تَصِفُونَ

Dia (Muhammad) berkata, “Ya Tuhanku, berilah keputusan dengan adil. Dan Tuhan kami adalah yang Maha Pengasih, yang menjadi tempat memohon pertolongan atas apa yang kamu katakan.” – (Q.S Al-Anbiya: 112)

وَقُلْ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ * وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ

Dan katakanlah, “Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan, (97) dan aku berlindung (pula) kepada-Mu ya Tuhanku, agar mereka tidak mendekatiku.” (98) – (Q.S Al-Mukminun: 97-98)

وَاذْكُرْ عَبْدَنَا أَيُّوبَ إِذْ نَادَى رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الشَّيْطَانُ بِنُصْبٍ وَعَذَابٍ * ارْكُضْ بِرِجْلِكَ هَذَا مُغْتَسَلٌ بَارِدٌ وَشَرَابٌ

Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika dia menyeru Tuhannya, “Sesungguhnya aku diganggu setan dengan penderitaan dan bencana.” (41) (Allah berfirman), “Hentakkanlah kakimu, inilah air yang sejuk untuk mandi dan minum.” (42) – (Q.S Shad: 41-42)

وَقَالَ مُوسَى إِنِّي عُذْتُ بِرَبِّي وَرَبِّكُمْ مِنْ كُلِّ مُتَكَبِّرٍ لَا يُؤْمِنُ بِيَوْمِ الْحِسَابِ

Dan Musa berkata, “Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu dari setiap orang yang menyombongkan diri, yang tidak beriman kepada hari perhitungan.” – (Q.S Ghafir: 27)

إِنَّ الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي آيَاتِ اللَّهِ بِغَيْرِ سُلْطَانٍ أَتَاهُمْ إِنْ فِي صُدُورِهِمْ إِلَّا كِبْرٌ مَا هُمْ بِبَالِغِيهِ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Sesungguhnya orang-orang yang saling berdebat tentang ayat-ayat Allah tanpa alasan (bukti) yang sampai kepada mereka, yang ada dalam dada mereka hanyalah (keinginan akan) kebesaran yang tidak akan mereka capai, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat. – (Q.S Ghafir: 56)

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Dan apabila setan mengganggumu dengan suatu godaan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. – (Q.S Fusshilat: 36)

وَلَقَدْ فَتَنَّا قَبْلَهُمْ قَوْمَ فِرْعَوْنَ وَجَاءَهُمْ رَسُولٌ كَرِيمٌ * أَنْ أَدُّوا إِلَيَّ عِبَادَ اللَّهِ إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ * وَأَنْ لَا تَعْلُوا عَلَى اللَّهِ إِنِّي آتِيكُمْ بِسُلْطَانٍ مُبِينٍ * وَإِنِّي عُذْتُ بِرَبِّي وَرَبِّكُمْ أَنْ تَرْجُمُونِ

Dan sungguh, sebelum mereka, Kami benar-benar telah menguji kaum Fir’aun dan telah datang kepada mereka seorang Rasul yang mulia, (17) (dengan berkata), “Serahkanlah kepadaku hamba-hamba Allah (Bani Israil). Sesungguhnya aku adalah utusan (Allah) yang bisa kamu percaya, (18) dan janganlah kamu menyombongkan diri terhadap Allah. Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata. (19) Dan sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu, dari ancamanmu untuk merajamku, (20) – (Q.S Ad-Dukhan: 17-20)

وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ آمَنُوا امْرَأَتَ فِرْعَوْنَ إِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِي عِنْدَكَ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَنَجِّنِي مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِ وَنَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman tentang istri Fir‘aun, yaitu ketika dia berkata, “Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga. Dan selamatkanlah aku dari Fir‘aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang berbuat dzalim,” – (Q.S At-Tahrim: 11)

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ * مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ * وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ * وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ * وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), (1) dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, (2) dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, (3) dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), (4) dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.” (5) – (Q.S Al-Falaq: 1-5)

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ * مَلِكِ النَّاسِ * إِلَهِ النَّاسِ * مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ * الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ * مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia, (1) Raja manusia, (2)sembahan manusia, (3)  dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, (4) yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, (5) dari (golongan) jin dan manusia.” (6) – (Q.S An-Naas: 1-6)

Semoga beberapa ayat alquran tentang memohon pertolongan dan perlindungan kepada Allah di atas bisa menjadi bahan kajian kita mengenai pentingnya senantiasa menggantungkan segala sesuatu hanya kepada Allah yang memiliki segala daya dan upaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here