Akhlak dan Nasihat

Menyambut Ramadhan dengan Bersiap dan Berbenah Diri

Ramadhan bulan penuh berkah dan ampunan. Berbagai ibadah istimewa terkumpul di bulan suci ini. Allah subhanahu wa ta’ala menjanjikan pahala berlipat ganda untuk setiap kebaikan yang dilakukan di dalamnya. Sungguh amat merugi orang yang tidak bisa memanfaatkan dengan baik kesempatan untuk beribadah secara maksimal di momen mulia ini.

Beragam persiapan dilakukan masyarakat dalam rangka menyambut Ramadhan. Mulai dari bebersih dan bebenah masjid serta mushalla, menghias lingkungan dengan atribut-atribut khas nuansa Ramadhan, menyiapkan tema dan acara-acara selama bulan Ramadhan, menyiapkan pasar sore, dan lain sebagainya. Semua itu untuk memeriahkan bulan suci Ramadhan yang kehadirannya dinantikan oleh umat muslim di seluruh dunia.

Namun yang jauh lebih penting dari semua itu sesungguhnya adalah persiapan spiritual, yakni kita menyambut bulan Ramadhan dengan berbenah diri dan berbekal ilmu. Itulah subtansi penyambutan Ramadhan yang dikehendaki oleh islam.

Diceritakan bahwa Amru bin Qais rahimahullah setiap kali memasuki bulan Sya’ban ia menutup dagangannya dan menyibukkan diri dengan membaca alquran. Ia berkata,

طوبى لمن أصلح نفسه قبل رمضان

“Keberuntungan bagi seseorang yang memperbaiki dirinya sebelum datangnya Ramadhan.” – (Lathaiful Ma’arif, hlm. 138)

quote islami - perbaiki diri sebelum ramadhan

Sepatutnya setiap muslim menyambut bulan penuh berkah ini dengan berbenah diri dari segala keburukan yang ada pada dirinya, baik dalam hati, sikap maupun ucap. Sucikan hati dari penyakit-penyakit hati dan kondisi hati yang tidak khusyuk dalam menjalankan ketaatan kepada-Nya. Benahi diri dari sikap-sikap negatif yang merugikan dan membuat orang lain tidak berkenan. Bersihkan lisan dari ucapan-ucapan kotor, dusta, menyakiti orang lain dan berbagai bentuk ucapan tidak baik lainnya.

Orang yang mau berbenah diri adalah orang yang beruntung. Sebaliknya, orang yang terus menerus mengotori dirinya dengan keburukan adalah orang yang merugi. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

Baca juga:  Kisah Ma’an bin Yazid, Sedekah Tapi Salah Sasaran

قَدۡ أَفۡلَحَ مَن زَكَّىٰهَا (٩) وَقَدۡ خَابَ مَن دَسَّىٰهَا (١٠)

“Sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu) [9]; Dan sungguh rugi orang yang mengotorinya [10].” – (QS. As-Syams: 9-10)

Bekal ilmu juga perlu dipersiapkan dalam menyambut Ramadhan, utamanya ilmu-ilmu yang berkaitan dengan berbagai amalan yang ada di bulan Ramadhan, agar kualitas amal ibadah kita semakin meningkat. Karena amal tanpa ilmu akan menyesatkan.

Mari sambut Ramadhan dengan bersiap dan berbenah diri. Semoga Allah mengizinkan kita untuk berjumpa kembali dengan Ramadhan tahun ini dan kita bisa menjalankan ibadah Ramadhan dengan maksimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button