Bertaubatlah Sebelum Terlambat

0
832

Pinta taubat senantiasa terbuka bagi siapapun selama hidupnya. Dan Allah subhanahu wa ta’ala akan senantiasa menanti dengan gembira kedatangan hamba-Nya yang benar-benar tulus ingin bertaubat. Sebagaimana pernah kami bahas sebelumnya bahwa Allah sangat gembira dengan taubat hamba-Nya, melebihi kegembiraan seorang musafir yang menemukan kembali untanya yang hilang di tengah gurun setelah hampir meregang nyawa karena kehausan dan kelaparan.

Seburuk apapun maksiat yang pernah dilakukan dan sebanyak apapun dosa yang telah diperbuat, bila seseorang benar-benar bertekad ingin kembali meniti jalan ketaatan kepada Allah maka Allah pasti akan menerima taubatnya. Sekalipun dia adalah orang kafir, ampunan dan rahmat Allah sangatlah luas jika ia bertaubat dengan penuh keyakinan memeluk agama islam.

Meski begitu, pintu taubat tidak selamanya terbuka. Ada masanya ketika pintu itu tertutup rapat, saat di mana Allah sudah tidak lagi menerima taubat hamba-Nya. Yaitu pada dua keadaan.

Pertama, ketika nyawa sudah sampai di kerongkongan.

Dari Ibnu Umar radliallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ

“Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama nyawanya belum sampai ke tenggorokan.” (HR. Tirmidzi no. 3537)

Ketika nyawa sudah sampai di kerongkongan maka taubat pada saat itu tak lagi bermanfaat. Ditegaskan juga dalam al-Qur’an bahwa ketika ajal telah menjemput maka tidak ada lagi kesempatan untuk bertaubat. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ حَتَّىٰ إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ الْآنَ

Dan taubat itu tidaklah (diterima Allah) dari mereka yang melakukan kejahatan hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) dia mengatakan, “Saya benar-benar bertaubat sekarang.” (QS. Surat An-Nisa’: 18]

Kedua, ketika matahari terbit dari tempat terbenamnya.

Dari Abu Musa radliallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَبْسُطُ يَدَهُ بِاللَّيْلِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ النَّهَارِ وَيَبْسُطُ يَدَهُ بِالنَّهَارِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ اللَّيْلِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا

“Allah subhanahu wa ta’ala akan senantiasa membuka lebar-lebar tangan-Nya pada malam hari untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa pada siang hari dan Allah senantiasa akan membuka tangan-Nya pada siang hari untuk menerima taubat orng yang berbuat dosa pada malam hari, dan yang demikian terus berlaku hingga matahari terbit dari tempat terbenamnya.” (HR. Muslim no. 2759)

Lihatlah betapa Allah subhanahu wa ta’ala Maha Pemurah, Dia membentangkan kesempatan seluas-luasnya bagi hamba-Nya supaya bisa bertaubat hingga matahari terbit dari tempat terbenamnya. Allah bahkan sangat sabar menunggu kita di pintu-pintu taubat, meskipun seringkali manusia mengakhirkan atau menunda-nunda taubatnya. Ketika seseorang berbuat dosa di siang hari, Allah masih akan menerima taubatnya meskipun ia baru bertaubat pada malam harinya. Begitupun sebaliknya ketika seseorang berbuat dosa di malam hari dan ia baru bertaubat pada siang harinya, Allah masih menerima taubatnya.

Namun tentu saja menyegerakan taubat adalah lebih utama daripada menundanya, karena manusia tidak pernah tahu kapan ajal menjemput. Jangan sampai maut datang lebih dulu sebelum kita sempat bertaubat.

Juga dalam hadis lain dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ تَابَ قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا تَابَ اللَّهُ عَلَيْهِ

“Barangsiapa bertaubat sebelum matahari terbit dari tempat terbenamnya (kiamat), maka Allah masih akan menerima taubatnya.” (HR Muslim no. 2703)

Kesempatan untuk bertaubat masih Allah buka hingga datangnya hari kiamat, yaitu ketika Allah memerintahkan matahari terbit dari arah terbenamnya. Maka pada hari itu, taubat tidak lagi diterima oleh Allah dan ikrar keimanan orang-orang kafir sudah tidak lagi bermanfaat bagi mereka.

Oleh karena itu, mari bergegas menuju ampunan Allah sebelum datangnya dua keadaan yang menutup segala peluang untuk taubat. Yaitu ketika nyawa sudah sampai di kerongkongan dan ketika matahari terbit dari arah terbenamnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here