Wednesday, May 22, 2024
HomeKata Bijak Islami41+ Kata Mutiara Islami Ibnu Athaillah yang Begitu Bijak Nan Indah

41+ Kata Mutiara Islami Ibnu Athaillah yang Begitu Bijak Nan Indah

Kata bijak Ibnu Athaillah al-Iskandari, seorang tokoh sufi terkenal dari Mesir, merupakan sumber inspirasi spiritual yang tak ternilai. Dalam artikel ini, kami akan memperkenalkan dan mengulas kumpulan kata bijak Ibnu Athaillah yang memberikan panduan dan motivasi bagi kita dalam menghadapi berbagai ujian dan tantangan dalam kehidupan sehari-hari.

Ibnu Athaillah al-Iskandari adalah seorang sufi dan ulama besar yang hidup pada abad ke-13 di Mesir. Karya terkenalnya, “Al-Hikam”, berisi kumpulan aforisme dan petuah bijak yang menggambarkan pemahaman mendalam tentang ajaran Islam dan makna kehidupan. Kata-kata bijaknya mencerminkan kedalaman spiritualitas dan kebijaksanaan yang dapat menginspirasi setiap pembaca.

Setiap kata bijak Ibnu Athaillah al-Iskandari memiliki makna mendalam yang dapat merangsang pemikiran dan menyentuh hati pembacanya. Melalui aforisme yang singkat namun penuh hikmah, beliau mengajarkan tentang pentingnya kesabaran, ketenangan jiwa, dan kepasrahan kepada kehendak Allah dalam menghadapi segala ujian dan cobaan hidup.

Kata bijak Ibnu Athaillah sering kali mengulas tentang kebijaksanaan dalam menyikapi kehidupan dan menghadapi berbagai permasalahan. Beliau menekankan pentingnya introspeksi diri, pengendalian diri, serta kesederhanaan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Kata-kata bijaknya memberikan panduan praktis bagi kita untuk mencapai kebahagiaan dan kesuksesan yang sejati.

Kata bijak Ibnu Athaillah al-Iskandari juga menginspirasi kita untuk menjalani kehidupan dengan penuh kesadaran dan pengabdian kepada Allah. Beliau menekankan pentingnya hubungan yang kokoh dengan Sang Pencipta serta mengajak untuk memahami makna hakiki dari kehidupan ini. Melalui kata-kata bijaknya, kita diajak untuk merenung dan mendalami ajaran agama secara lebih dalam.

Kata bijak Ibnu Athaillah tidak hanya sekadar kata-kata mutiara, tetapi juga panduan praktis untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Beliau mengajarkan tentang pentingnya kesabaran, tawakal, dan ikhlas dalam menghadapi setiap situasi. Dengan mengamalkan prinsip-prinsip beliau, kita dapat mencapai kedamaian batin dan kesuksesan yang hakiki.

(Baca juga: Kata mutiara islami Buya HAMKA)

Kata Bijak Islami Ibnu Athaillah

kata bijak islami ibnu athaillah

Kata bijak Ibnu Athaillah al-Iskandari adalah sumber inspirasi spiritual yang tak ternilai. Melalui aforisme dan petuah bijaknya, beliau mengajarkan tentang pentingnya menjalani kehidupan dengan penuh kesadaran dan kebijaksanaan. Semoga kata-kata bijak beliau dapat menjadi cahaya yang mengarahkan kita menuju kebahagiaan dan kesuksesan dalam kehidupan ini.

Merdeka / budak

Engkau merdeka dari apa yang tak kau inginkan. Engkau budak dari apa yang kau serakahi. – Ibnu Athaillah

Umur

Kadang umur berlangsung panjang namun manfaat kurang. Kadang pula umur berlangsung pendek namun manfaat melimpah. – Ibnu Athaillah

Baca juga:  22 Kata Mutiara Islami Tentang Yakin dan Tawakkal Kepada Allah

Bodoh

Sebodoh-bodoh manusia adalah orang yang meninggalkan keyakinannya karena mengikuti sangkaan orang-orang. – Ibnu Athaillah

Jangan putus asa

Jangan sampai tertundanya karunia Tuhan kepadamu, setelah kau mengulang-ulang doamu, membuatmu putus asa. Karena Dia menjamin pengabulan doa sesuai pilihan-Nya, bukan sesuai pilihanmu; pada waktu yang diinginkan-Nya, bukan pada waktu yang kau inginkan. – Ibnu Athaillah

Sudah baikkah kita?

Bisa jadi kamu bukan orang yang benar-benar baik. Kamu kelihatan baik hanya karena kamu di antara orang-orang yang lebih buruk dibanding dirimu. – Ibnu Athaillah

Kasih sayang Allah

Engkau lebih membutuhkan belas kasih-Nya ketika taat daripada ketika bermaksiat. – Ibnu Athaillah

Nilai kenikmatan

Barangsiapa yang tidak mengetahui nilai sebuah kenikmatan ketika ada, maka ia akan mengetahuinya ketika sudah tidak ada (lenyap). – Ibnu Athaillah

Menyadari

Sebaik-baik waktumu adalah saat engkau menyadari kekuranganmu, dan engkau pun kembali mengakui kerendahanmu. – Ibnu Athaillah

Shalat

Shalat adalah pembersih hati dari kotoran dosa dan pembuka pintu keghaiban. – Ibnu Athaillah

Merasa tawadhu

Siapa yang merasa dirinya tawadhu, berarti ia sombong, karena tawadhu tidak muncul dari orang yang merasa mulia. Maka dari itu, ketika kau merasa mulia, berarti kau telah sombong. – Ibnu Athaillah

Tanda kejahilan

Jika engkau melihat seseorang selalu menjawab segala apa yang ditanyakan kepadanya, mengungkapkan segala apa yang disaksikannya, dan menyebut segala apa yang diketahuinya, maka ketahuilah bahwa itu tanda-tanda kejahilan (kebodohan) pada dirinya. – Ibnu Athaillah

Menanam

Tanamlah dirimu dalam tanah kerendahan, sebab segala sesuatu yang tidak ditanam maka hasilnya tidak akan sempurna. – Ibnu Athaillah

Mencintai

Seseorang tidak disebut mencintai kalau masih meminta sesuatu dari yang dicintai, namun orang-orang yang betul-betul mencintai ialah orang yang mau berkorban untukmu. Maka sesungguhnya orang yang mencintai ialah orang yang memberimu, bukan orang-orang yang minta diberi pemberianmu. – Ibnu Athaillah

Tidak jujur kepada Allah

Keinginanmu agar orang lain mengetahui keistimewaanmu adalah bukti ketidakjujuranmu dalam menghambakan diri kepada Allah. – Ibnu Athaillah

Mendekat

Siapa yang tidak mendekat kepada Allah, padahal sudah dihadiahi berbagai kenikmatan, maka akan diseret (agar mendekat) kepada-Nya dengan rantai cobaan. – Ibnu Athaillah

Hati yang mati

Di antara tanda matinya hati adalah tidak adanya perasaan sedih atas ketaatan yang kau lewatkan, dan tidak adanya perasaan menyesal atas kesalahan yang kau lakukan. – Ibnu Athaillah

Baca juga:  83 Kata Mutiara Islami Ali bin Abi Thalib, Sang Gerbangnya Ilmu

Lipatan

Lipatan hakiki adalah kau melipat jarak dunia sehingga kau melihat akhirat lebih dekat ketimbang dirimu sendiri. – Ibnu Athaillah

Bersandar pada amal

Di antara tanda-tanda orang yang senantiasa bersandar kepada amal-amalnya adalah kurangnya ar-raja’ (rasa harap kepada rahmat Allah) di sisi alam yang fana. – Ibnu Athaillah

Mesra dengan Allah

Apabila Allah telah membuatmu jemu dengan makhluk, maka ketahuilah bahwa Dia hendak membukakan pintu kemesraan dengan-Nya. – Ibnu Athaillah

Tak patut dijadikan panutan

Jangan kau temani atau kau jadikan guru orang-orang yang perilakunya tidak membangkitkan kamu kepada Tuhan dan kata-katanya tidak menunjukkan kamu kepada Tuhan. – Ibnu Athaillah

Keutamaan majelis ilmu

Kau harus tetap menghadiri majelis ilmu meskipun masih melakukan maksiat. Jika hari ini tidak mendapatkan manfaat, mungkin esok kau akan mendapatkannya. Ketahuilah, satu kali duduk di majelis seorang ulama yang tulus, dapat membuatmu berubah dari sosok pelaku maksiat menjadi hamba yang taat dan takut kepada Allah. – Ibnu Athaillah

Orang awam dan orang alim

Persahabatanmu dengan orang awam yang tidak merestui hawa nafsunya lebih baik dibandingkan persahabatan dengan pemuka agama yang merestui nafsunya. – Ibnu Athaillah

Kesibukan dunia

Istirahatkan dirimu atau pikiranmu dari kesibukan mengatur kebutuhan duniamu. Sebab, apa yang sudah dijamin diselesaikan oleh selain kamu, tidak usah engkau sibuk memikirkannya. – Ibnu Athaillah

Sang Pencipta alam

Kau tunduk kepada alam selama belum melihat Penciptanya. Jika kau telah menyaksikan-Nya maka alam akan tunduk kepadamu. – Ibnu Athaillah

Keikhlasan

Amal yang kosong dari ikhlas sama sekali tidak berarti, bagaikan jasad tanpa ruh. Keikhlasan merupakan ruh yang menjadikan setiap amal bermakna. – Ibnu Athaillah

Jangan menunda

Menunda beramal shalih untuk menantikan kesempatan yang lebih lapang termasuk tanda kebodohan jiwa. – Ibnu Athaillah

Penyakit

Kelezatan hawa nafsu yang sudah bersarang di kalbu merupakan penyakit kronis. – Ibnu Athaillah

Orang lalai dan orang berakal

Jika pagi datang, orang yang lalai akan berpikir apa yang harus dikerjakannya. Sedangkan orang yang berakal akan berpikir apa yang akan dilakukan Allah kepadanya. – Ibnu Athaillah

Aneka ragam

Beraneka ragamnya jenis amal perbuatan itu adalah karena bermacam-macamnya kondisi spiritual yang datang di dalam hati. – Ibnu Athaillah

Baca juga:  23+ Kata Bijak Imam Syafi’i, Sang Pembela Sunnah

Tidak kekal

Jika kau tidak ingin dipecat, jangan memangku jabatan yang tidak kekal. – Ibnu Athaillah

Jangan menuntut

Jangan kau tuntut Tuhanmu karena tertundanya keinginanmu, tetapi tuntutlah dirimu karena engkau telah menunda adabmu kepada Allah. – Ibnu Athaillah

Lebih baik

Maksiat yang melahirkan rasa hina pada dirimu hingga engkau menjadi butuh kepada Allah, itu lebih baik daripada taat yang menimbulkan perasaan mulia dan sombong, atau membanggakan dirimu. – Ibnu Athaillah

Takdir

Pada setiap tarikan nafas, terdapat takdir Allah yang berlaku atas dirimu. – Ibnu Athaillah

Memperturutkan hawa nafsu

Diantara tanda seseorang mengikuti nawa nafsu adalah bersegera melakukan amaliyah-amaliyah yang sunnah namun malas menegakkan yang bersifat wajib. – Ibnu Athaillah

Hanya angan

Harapan adalah yang diikuti dengan tindakan. Jika tidak, maka itu hanyalah angan. – Ibnu Athaillah

Bergantung pada amal

Salah satu tanda seseorang hanya bergantung pada amal, bukan rahmat Allah, adalah berkurangnya harapan kepada Allah saat berbuat kesalahan. – Ibnu Athaillah

Berkurang

Tatkala berkurang apa yang membuatmu senang, maka berkuranglah pula apa yang kau sedihkan. – Ibnu Athaillah

Kata Kata Islami Ibnu Athaillah

kata kata islami ibnu athaillah

Digerakkan Allah

When Allah inspires your tongue to ask, know that He wants to give. – Ibnu Athaillah

Bilamana Allah menggerakkan lidahmu untuk meminta, maka ketahuilah bahwa Allah ingin memberi. – Ibnu Athaillah

Sulit dan mudah

Nothing is difficult if you seek it through your lord. Nothing is easy if you seek it through yourself. – Ibnu Athaillah

Tak ada yang sulit jika engkau mencarinya melalui Tuhanmu. Tak ada yang mudah jika engkau mencarinya melalui dirimu sendiri. – Ibnu Athaillah

Mutiara tersembunyi

God made you to be in the middle between the natural material nature and God’s angelic to introduce high foothold among creatures. You are pearl hidden in the skin of God’s creations. – Ibnu Athaillah

Allah menjadikanmu berada di alam pertengahan antara alam materi dan malakut-Nya guna memperkenalkan tingginya kedudukanmu di antara makhluk. Kau adalah mutiara yang tersembunyi dalam kulit ciptaan-Nya. – Ibnu Athaillah

(Baca juga: Kata mutiara islami Hasan Al-Bashri)

Itulah beberapa kata kata mutiara islam dari Ibnu Athaillah yang sangat indah dan memuat banyak hikmah dan nasehat. Semoga bermanfaat bagi kita untuk semakin lurus dalam menjalani kehidupan sebagai seorang muslim.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular